Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Kekuatan Visualisasi

Ketika kita ingin meraih suatu target, selain berusaha keras, menurut saya kita juga harus bisa memvisualisasikan target tersebut. Pernah ada cerita nyata dimana seseorang ingin beli rumah idamannya. Setiap pagi dia akan berjalan hanya untuk mengitari rumah tsb sambil memvisualisasikan rumah itu menjadi miliknya. Singkat cerita rumah itu pun menjadi miliknya! Sy jg sudah pernah mengalami sendiri. Masuk SMA Yasop saya secara tidak sadar juga memakai teknik visualisasi. Sy bicara sama para siswa Yasop, sy sering melihat foto foto kegiatan siswa Yasop, dsb hingga akhirnya sy bisa masuk menjadi siswa Yasop. Masuk ITB dan masuk Pertamina EP juga adalah buah dari doa, usaha plus teknik visualisasi. Dan utk meraih target target saya selanjutnya pun saya akan terus secara sadar menggunakan teknik tsb.

Kepemimpinan Yesus : Servant Leadership

Kepemimpinan yg ditunjukkan Yesus adalah sesuatu paradigma yg berbeda. Sebagian orang (mungkin kebanyakan org) ingin menjadi pemimpin suatu kelompok karena dengan begitu mereka akan memiliki/mendapatkan kekuasaan, kekuatan, hormat, dan sumber daya lainnya. Untuk itu sebagian org berusaha unjuk kekuatan, ketangkasan, yg disertai rasa sombong (sadar atau tidak) utk menunjukkan bahwa dia layak memimpin. Tetapi paradigma kepemimpinan Yesus berbeda. Ketika para murid berselisih paham mengenai siapa yg pantas duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus dalam kerajaanNya (baca : mendapatkan tempat terhormat dan posisi), Yesus berkata barangsiapa ingin menjadi yg terbesar/pemimpin dalam suatu kelompok, dia harus bersedia utk menjadi "slave" kelompok tersebut. Slave dalam bahasa Indonesia adalah budak. Pada masa itu seorang budak harus melakukan apapun perintah majikannya, tdk boleh membantah, mementingkan kepentingan majikan diatas kepentingan dirinya sendiri karna hidupnya adalah milik m...