Kisah Para Rasul 1

Pasal ini menceritakan saat saat terakhir Yesus di bumi bersama para murid sebelum Dia terangkat ke sorga.

Peristiwa kebangkitan Yesus saat itu sedang menjadi trending topic. Baik bagi orang orang yg dipengaruhi oleh berita hoax yg disebarkan orang Farisi (bahwa mayat Yesus sudah dicuri dr kuburnya) maupun ratusan para saksi mata yg melihat langsung Yesus yg hidup.

Tp tentu saja kita bisa tahu dgn pasti bahwa hoax orang Farisi tidaklah mungkin benar. Krn kebangkitam Yesus sudah menjadi api yg membakar semangat penginjilan para Murid sampai ke ujung bumi. Jika hoax org Farisi benar, tidak mungkin para murid bersusah susah menyebarkan Injil dan bahkan rela mati.

"Jika Kristus tidak bangkit maka sia-sialah iman kita dan kita adalah org yg paling malang". Begitulah kira2 kata Paulus yg dulunya adalah Persekutor org2 Kristen.

Saat Yesus berpisah dari para murid dan terangkat ke Sorga, Yesus sempat berpesan pada para murid utk tinggal dahulu di Jerusalem dan menanti selama 10 hari sampai Roh Kudus dicurahkan (hari Pentakosta) sebelum menjalankan tugas mereka sebagai saksi Kristus sampai ke ujung bumi.

Roh Kudus inilah yg nantinya akan memberikan penghiburan, pengajaran, pertolongan, dan kekuatan bagi para murid di ladang penginjilan yg sangat sulit tsb. Roh Kudus yg sama masih ada sampai saat ini dalam diri orang percaya, dalam diri saya juga. Itu yg harus terpatri dalam pikiran dan hati saya.

Dalam masa penantian hari Pentakosta tsb, para murid berusaha utk mencari pengganti Yudas Iskariot yg telah terlebih dahulu mati bunuh diri krn menyesal menghianati Yesus. Para murid berdiskusi dan menetapkan kriteria pengganti Yudas haruslah orang yg sudah bersama sama dengan mereka sejak awal pertama kali pelayanan Yesus dimulai sampai saat Yesus naik ke Sorga. Sehingga pengganti tsb bisa langsung "match" dgn pelayanan yg ditinggalkan Yudas dan pengganti tsb jg merupakn saksi hidup pelayan Yesus di bumi.

Tersebutlah 2 org yg memenuhi kriteria tsb yaitu Justus dan Matias. Setelah para murid berdoa memohon petunjuk Tuhan, mereka pun membuang undi utk memutuskan pilihan. Dengan membuang undi, para murid betul betul menyerahkan spenuhnya keputusan pilihan tsb kpd otoritas Allah. Dan Allah pun menjawab doa mereka dgn memilih Matias lewat batu undi tsb.

Komentar