Bukti dan Keyakinan
Sebaik apa pun bukti, tetap membutuhkan iman. Misalnya, seorang ahli sirkus telah membuktikan bahwa dirinya mampu berjalan diatas seutas tali sambil menggendong anaknya melewati jurang. Namun dibutuhkan iman utk mau memberikan diri sendiri digendong oleh ahli sirkus tsb berjalan melintasi seutas tali diatas jurang yg dalam.
Iman membutuhkan bukti bukti yg baik. Iman seharusnya bukanlah iman yg buta yg sama sekali tdk memperdulikan bukti.
Kita bisa meyakini sesuatu yg tidak kita ketahui, krn hal-hal lain yg sdh kita ketahui dgn pasti yg mendukung keyakinan kita tsb.
Komentar
Posting Komentar