...

Benarkah Tuhan, yang disebut sebagai Sang Pencipta semesta dan segala isinya (dari yang tidak ada menjadi ada) itu memang benar-benar ada dan bukan sekedar hasil dari pikiran imajinatif manusia?


Jika ada Tuhan yang seperti itu, maka tidak mungkin manusia bisa mendekatiNya dan mengenalNya dengan usahanya sendiri. Bagaimana caranya? Tuhan yang seperti itu pastilah ada dalam dimensi yang berbeda, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu karna ruang dan waktu adalah ciptaanya sendiri. Sementara manusia, yang juga adalah ciptaannya, dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga tidak akan mungkin bisa mendekat dan mengenal Tuhan kecuali Tuhan sendiri yang menunjukkan diri Nya di dalam dimensi ruang dan waktu sehingga manusia bisa tahu eksistensiNya.

Eksistensi Tuhan tidak bisa diketahui lewat perkataan / ajaran manusia. Harus Tuhan sendiri yang menunjukkan eksistensi-Nya! . Tidak ada cara lain manusia bisa mengenal Tuhan.

Pun, kita tidak bisa menaruh keyakinan kita kepada siapapun manusia fana yang mengklaim bisa menjadi penghubung manusia dengan Tuhan atau paling mengenal Tuhan dengan usaha yang sudah dibuatnya (misal bertapa/meditasi di goa). No! Saya tidak mau terjebak dengan ajaran manusia manapun untuk mempengaruhi saya meyakini siapa itu Tuhan. Saya ingin jadi pribadi yang mandiri dan merdeka dalam berpikir dan menentukan sendiri keyakinan saya.

Seperti ajaran agama / theisme lainnya, ajaran Kristen mengajarkan bahwa hidup ini tidak hanya hidup di bumi saja. Akan ada kehidupan lain sesudah kematian, yang sering disebut sebagai akhirat, sehingga manusia tidak boleh menjalani kehidupannya di bumi dengan sembarangan karena akan menentukan seperti apa kehidupan di akhirat nanti. Tapi apakah ajaran mengenai akhirat tersebut adalah hasil pemikiran manusia sendiri atau Tuhan yang mengatakannya? Dan apa buktinya?

Namun, terlepas dari apakah itu hasil pemikiran manusia atau Tuhan yang mengatakannya, yang membuat ajaran Kristen ini unik dibanding yang lain adalah, klaim bahwa kehidupan kita di akhirat dijamin/garansi bahagia (atau disebut juga "masuk sorga") apabila kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Ajaran Kristen memberikan garansi sorga. Dan itu sebuah klaim yang tidak main-main karena tidak ada ajaran lain yang berani memberikan garansi seperti itu.

Sampai disini kelihatannya itu sebuah penawaran yang menarik. Garansi sorga. Apalagi ada jargon "hidup kaya, mati masuk sorga". Ah nikmatnya.
Lalu siapakah Yesus itu? Benarkah Dia Tuhan? Apa maksudnya Juruselamat?

Yesus adalah manusia yang namanya dicatat dalam sejarah pernah hidup di bumi ini sekitar 2000 tahun yang lalu. Para sejarawan masa itu mencatat bahwa Yesus memang pernah ada dan hidup di bumi. Saya mengajak untuk tidak terlebih dulu berdebat mengenai seperti apa kehidupan yang sebenarnya dijalani oleh Yesus, namun sepakat bahwa Yesus memang pernah hidup di bumi [1][2]. Sudah banyak bukti dan catatan sejarawan masa lalu yang mencatat ini sehingga tidak perlu dipertanyakan lagi.

Lalu apa yang istimewa dengan Yesus?
Sejarawan dari kalangan Kristen maupun yang bukan kalangan Kristen, telah mencatat bahwa Yesus dijatuhi hukuman mati oleh pemerintah Romawi karena suatu hal [2]. Dan hukuman mati yang berlaku kala itu adalah hukuman salib.

Namun suatu klaim yang luar biasa terjadi ketika para murid-murid Yesus mengklaim telah melihat sendiri Yesus bangkit setelah mati selama 3 hari [2]. Sampai disini, kita bisa menyimpulkan bahwa jika klaim ini benar, Yesus ini bukanlah manusia biasa. Dia adalah manusia super dan memiliki karakteristik ketuhanan, dimana Dia berkuasa atas maut. Namun bagaimana menguji klaim para murid Yesus? Karena peristiwa ini sudah terjadi dimasa lampau, menurut saya pendekatan yang terbaik untuk menguji klaim para murid adalah dengan memperhatikan catatan sejarah mengenai kehidupan mereka setelah klaim tersebut dikumandangkan.

Siapapun bisa membuat klaim apapun dan ujungnya hanya akan ada dua kemungkinan, klaim tersebut benar (terbukti, sesuai fakta) atau klaim tersebut salah (bohong, rekayasa). Yang lebih dulu tahu apakah klaim tersebut benar/salah hanyalah si pembuat klaim, dalam hal ini para murid Yesus lah yang tahu apakah klaim mereka tersebut adalah sesuai fakta yang mereka alami, ataukah hanya rekayasa kebohongan mereka sendiri. Namun dampak dari klaim mereka tersebut telah membuat para murid Yesus disiksa dan dianiaya dan bahkan dibunuh oleh pemerintahan pada masa itu. Hidup mereka sungguh terlihat menderita setelah klaim yang mereka buat sendiri.

Mungkin ada orang yang rela mati untuk suatu hal yang sebenarnya mereka tidak tahu bahwa hal itu adalah suatu kebohongan (para pengikut setia Adolf Hitler misalnya). Tapi tak ada orang yang mau mati untuk suatu hal yang sudah jelas mereka tahu bahwa itu adalah suatu kebohongan. Disinilah klaim para murid dapat disimpulkan memang benar dan sesuai fakta. Setelah klaim tersebut, banyak pengikut Yesus disika dan dibunuh karena keyakinan mereka [3] namun buahnya dapat kita lihat saat ini; penganut ajaran Kristen yang dulunya hanya secuil kini menjadi salah satu ajaran agama yang paling banyak dianut di dunia [4]. Tapi tentu ini bukan soal kuantitas penganut ajaran, ini soal determinasi dan keteguhan hati para murid Yesus yang setia sampai mati dalam mengajarkan iman Kristen ke seluruh penjuru dunia. Jika bukan karena mereka melihat sendiri Yesus yang bangkit, tidak ada alasan bagi mereka meninggalkan kenyamanan hidup dan berkorban untuk menyebarkan iman Kristen.

Jadi kita bisa yakin terhadap klaim kebangkitan Yesus karena alasan tersebut. Dan jika Yesus bangkit dari kematian, Dia bukanlah manusia. Dia adalah Tuhan.Yesus adalah Tuhan yang menunjukkan diri Nya di dalam dimensi ruang dan waktu sehingga manusia bisa tahu eksistensiNya. Hanya lewat Dia lah dan perkataan-Nya lah kita tahu dan mengenal Tuhan.

Lalu apa saja yang dikatakan Yesus sebagai bahan kita untuk mengenal Tuhan? Dan mengapa Dia disebut sebagai Juruselamat? Ini akan menjadi topik lanjutan yang berbeda. Kesimpulan utama dan yang pertama adalah kita mengakui bahwa Yesus memang benar-benar adalah Tuhan. Dan kalau Dia memang Tuhan, maka apapun yang Dia katakan adalah benar dan mutlak.

Referensi :
[1] https://en.wikipedia.org/wiki/Josephus_on_Jesus
[2] https://en.wikisource.org/wiki/The_Antiquities_of_the_Jews/Book_XVIII#cite_note-10
[3] https://en.wikipedia.org/wiki/Foxe%27s_Book_of_Martyrs
[4] https://twitter.com/spectatorindex/status/963080267672977408

Komentar